Senin, 07 November 2011

dampak pencemaran udara akibat kotoran binatang

Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai ternak yang menghasilkannya. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Selama ini pemanfaatan pupuk organik dimaksud langsung digunakan untuk pemupukan, tanpa melalui proses pengolahan. Kondisi ini dimungkinkan terjadi mengingat antara lain: tidak disadarinya manfaat dan fungsi pengolahan kotoran sapi, kurangnya pengetahuan proses pembuatan pupuk organik secara sederhana dan cepat, kurangnya pemahaman mengenai nilai tambah pupuk organik dari kotoran ternak dan kurangnya pemahaman para peternak khususnya terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan oleh kotoran ternak.
                             Salah satu upaya yang dapat ditempuh dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh limbah ternak (khususnya kotoran sapi) secara sederhana dan cepat serta

memberikan manfaat ekonomis bagi para peternak adalah melakukan proses pengolahan dengan menggunakan bantuan bakteri Romino Bacillus.
Manfaat
dan Keuntungan Penerapan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Padat
1.    Merupakan salah satu alternatif di dalam mencegah


pencemaran lingkungan yang berdampak negatif terhadap ternak dan lingkungannya. Dengan demikian, merupakan bagian dari upaya menciptakan usaha peternakan yang berwawasan lingkungan.
2.    Dari segi ekonomis dapat memberikan peningkatan
pendapatan secara langsung dari pupuk bagi petani beserta keluarganya.
3.    Dapat memberikan nilai tambah dari unsur hara yang terkandung dan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan peningkatan produksi pertanian serta kesuburan tanaman lainnya.
4.    Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat petani yang berada di pedesaan.
5.    Dalam jangka panjang diharapkan akan dapat memperbaiki tekstur, struktur dan unsur biota tanah.

pencemaran udara di daerah kumuh

Bantar Gebang merupakan daya tarik tersendiri bagi penduduk daerah lain disebabkan oleh banyaknya perusahaan-perusahaan yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Gejala ini juga diikuti oleh terdapatnya peningkatan jumlah pendatang yang mendirikan rumah liar di sekitar TPA. mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memilih bertempat tinggal di sekitar pemukiman kumuh untuk mendapatkan penghasilan. Banyak sekali para pemulung yang bermukim di sekitar TPA Bantar Gebang. Gambar di atas adalah salah satu foto rumah dari sekian banyak pemulung yang tinggal di pemukiman Bantar Gebang. Pemukiman tempat tinggalnya dan beberapa orang lainnya yang berupa rumah petak di salah satu bagian kecil di Bantar Gebang sangat jauh dari standar kebersihan. Tumpukan sampah plastik yang membentuk sebuah kolam besar menempati sebagian lahan di depan rumah petak mereka. Berdasarkan survey, MCK penduduk masih jauh dari criteria sehat karena jarak sumur sebagai sumber air dan kakus cukup dekat. Air yang mengalir juga sangat sedikit dan rasanya asin. Keadaan ini memperparah kondisi lingkungan TPA yang ditandai dengan banyaknya keluhan penyakit yang dialami penduduk. Kemiskinan dan kurangnya pengetahuan, membuat masyarakat ini tidak sempat memperhatikan kesehatanny. Makanan bersih, rumah layak, atau pakaian lumayan, semua bagai angan-angan yang sulit jadi kenyataan. Mengapa memilih bertempat tinggal di sekitar pemukiman kumuh??? Masalah ekonomilah yang menjadi salah satu faktor utama penyebab mereka tinggal di sekitar TPA Bantar Gebang, sebagian besar yang menghuni di tempat itu ternyata berprofesi sebagai pemulung. Oleh karena itu masyarakat di sekitar TPA rata-rata mencari penghasilan kerja nya di TPA Bantar Gebang.
gambar masyarakat memilah sampah organik dan anorganik
Upaya masyarakat untuk menanggulangi di sekitar TPA dengan mengambil kesempatan memilah sampah organik dan anorganik. Plastik, botol bekas, kaleng, kaca merupakan bahan bekas yang dapat didaur ulang. Kontribusi pemulung dalam mendaur ulang sampah cukup besar, tetapi proses pencucian sampah plastik belum memperhatikan aspek kebersihan. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah lalat yang jumlahnya sangat banyak. Pemilahan sampah anorganik membantu sistem sanitasi landfill (membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah) karena sampah organic telah terpisah, tetapi upaya pemilahan belum optimal sehingga masih ditemukan sampah organik dan anorganik masih tercampur. Plastik yang tidak terurai ini dapat menimbulkan masalah lingkungan.
Landfills gas capture project
Upaya LSM untuk menanggulanginya sedikitnya ada empat jenis fasilitas pengelolaan sampah akan dibangun secara bertahap di TPA Bantargebang mulai tahun 2009. Rencana tersebut meliputi pembangunan fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi galfad (gasification, landfill, and anaerobic digestion), fasilitas daur ulang sampah plastik, fasilitas pengolahan gas metana, dan fasilitas pembangkit listrik. Dengan menerapkan teknologi yang tepat  maka akan menghasilkan keuntungan ganda yang bernilai ekonomis, antara lain bahan baku pupuk organik (kompos), bahan baku produk daur ulang, dan sumber energi listrik. Penerapan teknologi dalam pengelolaan TPA sudah dijalankan Pemkot Bekasi di TPA Sumur Batu sejak tahun lalu. Pencemaran air dan udara di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, berkurang setelah diterapkannya sistim clean development mechanisme (CDM) menggantikan sistim open dumping atau menumpuk sampah di area terbuka. dalam satu tahun aparat Pemerintah Kota Bekasi kadang sampai beberapa kali melakukan pemeriksaan ambang batas pencemaran di kali yang ada di Kota Bekasi, termasuk di sekitar TPA Bantar Gebang dengan hasil yang makin menggembirakan. Meski begitu, ribuan warga yang bermukim di bantaran masih rawan terhadap ancaman polusi udara dan air bila pengawasan tidak dilakukan terus menerus. Kalaupun masih ada bau semuanya butuh proses dan tidak mungkin parameter pencemaran dihilangkan 100% jadi harus bertahap ini merupakan kemajuan dari teknologi kita yang makin maju.

Jumat, 28 Oktober 2011

Udara dalam Mobil Berpenyejuk Belum Tentu Sehat


Polusi udara di Jakarta masih memprihatinkan, bahkan mereka yang bepergian dalam mobil berpenyejuk udara dengan kaca tertutup tidak terbebas dari polusi itu, kata hasil studi Universitas Indonesia (UI) dengan US-Asia Enviromental Partnership (US-AEP)

"Jadi jangan pernah merasa nyaman dulu jika sudah berada di dalam mobil berpenyejuk dan kaca tertutup rapat," kata Asdep Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Linda Krisnawati, di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011, Jakarta, Jumat. 
Ia menjelaskan, penelitian UI dengan US-AEP tahun 2005 di Jakarta menyebutkan bahwa konsentrasi polutan partikulat (PM10) dan CO di kota itu berada di atas standar yang ditetapkan. 
Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa polusi udara terhirup oleh responden ketika mereka bepergian ke kantor, sekolah, bahkan mereka yang bepergian di dalam mobil berpenyejuk dengan kaca tertutup cukup beragam. 

"Juli 2006 Jakarta memang sudah bebas dari timbal, tapi Indonesia masih tercemar zat-zat lainnya, dan ini berkaitan dengan jenis bahan bakar kendaraan yang digunakan," ujar dia. 
Terkait dengan upaya menurunkan tingkat polusi udara pemerintah mempersiapkan bahan bakar dengan kualitas emisi rendah Euro3 yang segera dipasarkan awal 2012. 
Sedangkan para pengusaha di sektor otomotif terus berinovasi meredam dampak polusi udara, salah satunya dengan menempatkan "filter cabin" di mobil-mobil tertentu yang diproduksi sejak 2005 ke atas. 
Pada IIMS ke-19 yang digelar hingga 31 Juli 2011 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, PT Selamat Sempurna selaku anggota perusahaan ADR Group memberikan alternatif kepada pengguna kendaraan roda empat untuk meredam dampak polusi udara di dalam mobil berpenyejuk udara dengan mengeluarkan "filter cabin". 

Saringan udara ini biasanya dipasang di belakang laci dashboard mobil tepatnya di atas blower sistem AC. 
Fungsinya menyaring udara di dalam cabin kendaraan sehingga meringankan kerja paru-paru penumpang di dalam mobil akibat bakteri atau jamur yang biasanya ditemukan dalam sistem penyejuk udara mobil yang kotor, dari asap rokok bagi pengemudi yang merokok di dalam mobil, hingga polusi dari luar yang berasal dari asap sisa pembuangan knalpot kendaraan bermotor, partikel-partikel dari jalanan, dan kontaminator lainnya.

PENGARUH KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN BER -AC TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN


Penggunaan Air Conditioner (AC) sebagai alternatif untuk mengganti ventilasi alami dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, namun AC yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat nyaman bagi mikroorganisme untuk berbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang disebut sebagai Sick Building Syndrome (SBS) atau Tight Building Syndrome (TBS).
Banyaknya aktivitas di gedung meningkatkan jumlah polutan dalam ruangan. Kenyataan ini menyebabkan risiko terpaparnya polutan dalam ruangan terhadap manusia semakin tinggi, namun hal ini masih jarang diketahui oleh masyarakat.
Pada dasarnya desain AC yang dipakai untuk mengatur suhu ruangan secara kontinu dapat mengeluarkan bahan polutan. Kadar gas-gas SO2, CO2, dan O2 di dalam ruangan tidak dipengaruhi oleh keberadaan AC. Bahan partikulat dapat dikurangi secara signifikan oleh AC dengan filter yang efektif. Kadar pollen di dalam ruangan dapat berkurang secara signifikan dengan adanya AC. Jumlah bakteri dan spora di gedung dengan AC kemungkinan akan lebih sedikit daripada gedung tanpa AC, walaupun sampai saat ini hal tersebut masih diperdebatkan.
Hasil pemeriksaan The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu (Aditama, 2002):
a. Pencemaran dari alat-alat di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
b. Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya ga s buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang terletak di dekat gedung, dimana kesemuanya dapat terjadi akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
c. Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fibreglass dan bahan-bahan lain yang merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
d. Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
e. Gangguan ventilasi udara berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.
Kualitas udara di dalam ruangan mempengaruhi kenyamanan lingkungan ruang kerja. Kualitas udara y ang buruk akan membawa dampak negatif terhadap pekerja/karyawan berupa keluhan gangguan kesehatan. Dampak pencemaran udara dalam ruangan terhadap tubuh terutama pada daerah tubuh atau organ tubuh yang kontak langsung dengan udara meliputi organ sebagai berikut :
1.Iritasi selaput lendir: Iritasi mata, mata pedih, mata merah, mata berair
2.Iritasi hidung, bersin, gatal: Iritasi tenggorokan, sakit menelan, gatal, batuk kering
3.Gangguan neurotoksik: Sakit kepala, lemah/capai, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi
4.Gangguan paru dan pernafasan: Batuk, nafas berbunyi/mengi, sesak nafas, rasa berat di dada
5.Gangguan kulit: Kulit kering, kulit gatal
6.Gangguan saluran cerna: Diare/mencret
7. Lain-lain: Gangguan perilaku, gangguan saluran kencing, sulit belajar
Keluhan tersebut biasanya tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan kecacatan tetap, tetapi jelas terasa amat mengganggu, tidak menyenangkan dan bahkan mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja para pekerja. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pengaruh kualitas udara di ruangan ber -AC terhadap gangguan kesehatan, yang dapat diperinci sebagai berikut:
1. Bagaimana kualitas mikrobiologi udara dalam ruangan ber - AC?
2. Bagaimana kualitas fisik udara (suhu dan kelembaban) dalam ruangan ber-AC?
3. Apakah macam keluhan penyakit yang dirasakan karyawan di ruangan ber-AC?
4. Apakah ada pengaruh antara kualitas udara di ruangan ber - AC terhadap gangguan kesehatan?
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kualitas mikrobiologi udara dalam ruangan dan gan gguan paparan di ruangan kerja ber-AC pada gedung bertingkat dengan gangguan kesehatan. Tujuan khususnya antara lain: mengidentifikasi kualitas mikrobiologi udara dalam ruangan ber -AC, mengidentifikasi kualitas fisik udara dalam ruangan ber-AC, mengidentifikasi macam keluhan yang dirasakan karyawan di dalam ruangan ber -AC, mengidentifikasi pengaruh antara gangguan paparan di ruangan ber -AC terhadap gangguan kesehatan.

Rabu, 26 Oktober 2011

BAHAYA POLUSI UDARA DALAM RUANGAN

TIDAK sedikit orang yang menghabiskan lebih banyak waktunya di dalam ruangan. Oleh karena itu sangat penting untuk memikirkan tentang kualitas udara yang dihirup jika sedang tidur, bekerja, belajar, bermain dan bersantai.

Environmental Protection Agency of America (EPA) secara konsisten mengurutkan polusi dalam ruangan sebagai urutan lima Lima Besar resiko lingkungan pada kesehatan umum. Kualitas udara dalam rumah 2-5 kali lebih buruk dari pada udara di luar dan terkadang sampai 100 kali lebih buruk.

Pergantian udara secara terus-menerus terjadi antara di dalam dan di luar ruangan. Bahkan bahan pencemar di dalam bisa menimbulkan penumpukkan bahan campuran yang jarang ditemukan di luar.

Bahan-bahan yang paling berbahaya termasuk sulfurdioksida, karbondioksida, nitrogendioksida dan timah (pada negara berkembang). Bahan campuran ini dikeluarkan oleh tubuh manusia, pencemaran yang berasal dari bahan bangunan, alat-alat pemakaian produk konsumen, dan pestisida.

KELEMBABAN

Keracunan lain yang berhubungan dengan kelembaban, misalnya sistem “air conditioning “dapat menjadi alat pencemar jika tidak dipelihara dengan baik. Kuman dan virus adalah ancaman kesehatan serius yang perlu diukur kekuatannya dan harus disingkirkan sebanyak mungkin.

Sejauh mana racun udara ini mempengaruhi kesehatan bervariasi sesuai dengan intensitas dan lamanya kedekatan. Faktor-faktor lain adalah usia, anak kecil, orang usia lanjut, orang yang sudah sakit lebih rentan terhadap pengaruhnya serta orang yang berlatih di tengah-tengah polusi yang paling buruk.

Perlu anda ketahui bahwa kemungkinan bahan pencemar yang dilepas di dalam ruangan bisa mencapai 1000 kali lebih cepat untuk mencapai paru-paru manusia, daripada bahan pencemar yang dilepaskan di luar ruangan

Polusi Udara dan Kehidupan Anda

Pencemaran udara  disebabkan oleh bahan-kimia, partikel atau komponen biologi yang menciptakan efek berbahaya dalam atmosfir. Atmosfir alami terdiri atas  sistem berupa gas aktif yang kompleks, yang sangat berpengaruh pada kehidupan di muka bumi ini. Terdapat beberapa efek berbahaya yang timbul akibat polusi udara termasuk diantaranya permasalahan pernapasan, emisi buang dari kendaraan bermotor, karbon dioksida, penipisan lapisan ozon dan lain-lain. Permasalahan ini telah menjadi satu perhatian serius di seluruh dunia.
Penyebab dari pencemaran udara. Terdapat berbagai macam sebab  pencemaran udara yang berbahaya bagi kesehatan binatang, tanaman, manusia dan juga mempengaruhi benda mati seperti besi/baja, bangunan dan lain-lain.  Penyebab pencemaran udara secara luas dapat digolongkan pada digolongkan menjadi polutan primer yang menyebabkan efek berbahaya secara langsung dan polutan sekunder yang timbul dari reaksi antara polutan.  Beberapa bentuk polutan primer yang secara umum diciptakan oleh aktivitas manusia adalah Sulfur Oksida, Karbon monoksida, Karbon dioksida, bahan organik yang mudah menguap, bau yang disebabkan oleh tumpukan sampah dan Limbah pabrik. Bentuk polutan sekunder dapat kita temui pada efek hujan asam yang terjadi karena reaksi  kimia antara polutan yang ada di udara.
Terdapat berbagai sumber pencemaran udara termasuk asap yang dikeluarkan oleh pembangkit tenaga listrik, pembakaran sampah, pesawat terbang, mobil, motor, kapal laut dan tungku perapian. Sumber lain seperti dari pabrik penyulingan minyak, limbah kimia dari pertanian, uap dari cat dan pernis adalah juga berpotensi sebagai sumber pencemaran udara. Aksi militer  menggunakan senjata nuklir, gas berbahaya dan peperangan biologi adalah juga sumber polusi udara. Material alamiah juga berperan untuk efek berbahaya dari pencemaran udara seperti partikel dari letusan vulkanis, asap kebakaran hutan dan debu pada tumbuh-tumbuhan.
Efek dari pencemaran udara.  Pencemaran udara adalah salah satu masalah yang harus diperhatikan secara serius, terutama ketika hal itu terkait dengan kesehatan anda. Masalah mengerikan ini dapat menjadi lebih buruk setiap hari karena sumber untuk pencemaran udara adalah hal yang kita lakukan setiap hari, seperti pekerjaan di pabrik atau berkendara menuju tempat kerja. Jika polusi terus berlanjut sebagaimana saat ini kita akan melihat permasalahan kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh, bahkan hal ini berlanjut untuk generasi berikutnya. Pencemaran udara bisa menyebabkan penyakit pernapasan hingga kematian. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia pada kematian yang disebabkan efek berbahaya dari pencemaran udara telah mencapai lebih dari 4.6 juta jiwa . Kebanyakan dihubungkan dengan polusi yang disebabkan oleh paparan emisi gas buang dari kendaraan bermotor. Eksposur langsung terhadap udara yang tercemar dapat menimbulkan penyakit asma, bronkitis, penyakit paru-paru, penyakit yang berhubungan dengan pernapasan dan penyakit jantung.  Uap air dari industri juga dapat membahayakan tubuh manusia.
Langkah untuk memelihara udara yang bersih.  Adalah suatu kebutuhan yang sangat mendesak untuk menciptakan upaya-upaya untuk menghentikan kecenderungan meningkatnya tingkat polusi udara.  Upaya ini dapat meliputi pengujian dan standar penerimaan untuk emisi gas buang kendaraan,  juga langkah-langkah untuk mengontrol emisi pancaran berbahaya dari pesawat terbang dan kapal,  menggunakan sumber daya energi yang dapat diperbaharui (renewable) sebagai pengganti sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (mis. Bahan bakar minyak, batubara). Kita juga biasanya menganggap pabrik-pabrik besar sebagai sumber polusi terburuk, nyatanya sumber polusi yang juga sangat buruk adalah kendaraan bermotor seperti mobil atau motor. Bagi mereka yang terbiasa menggunakan kendaraan bermotor dalam kegiatan sehari-harinya ada baiknya untuk sesekali berhenti misalnya ketika tujuan kita hanya 100-300 meter jauhnya lebih baik kita berjalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan bermotor. Hal kecil seperti ini jika dilakukan oleh setiap orang akan berpengaruh secara drastis dalam mengurangi jumlah polusi yang kita sumbangkan pada udara kita setiap hari.
Semua orang pastinya mendambakan bisa menghirup udara yang bebas polusi dan membuang semua efek buruk udara yang disebabkan oleh polusi. Dan jika kita ingin ini terjadi suatu hari nanti, kita harus bekerjasama menjadikan udara kita sedikit lebih bersih setiap hari.